• 1
  • 2

Selamat Datang di Website SD Negeri 4 Ubung. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SD NEGERI 4 UBUNG

NPSN : 50103268

Jalan Tunggul Ametung, Ubung Kaja, Denpasar Utara


info@sdnegeri4ubung.sch.id

TLP : (0361) 8495157


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 75689
Pengunjung : 35307
Hari ini : 1
Hits hari ini : 32
Member Online : 0
IP : 216.73.216.137
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Makna dan Hikmah Persembahyangan Purnama Hari Suci Bagi Umat Hindu




Werespati Kliwon Sasih Keenem, 4-Desember 2025

 

Purnama selalu berkaitan erat dengan perayaan yang berlangsung 15 hari, yaitu hari purnama. Pergantian antara purnama dan tilem menggambarkan harmoni serta keseimbangan sebagai bentuk penghormatan terhadap konsep dualitas dalam ajaran Hindu yang disebut Sang Hyang Rwe Bhineda, yakni Sang Hyang Surya dan Chandra.

 

Hari Purnama sendiri juga dirayakan setiap 30 hari sekali ketika bulan mencapai fase penuh, yang dalam tradisi hindu disebut sebagai sukla pase. Istilah Purnama sendiri berasal dari kata ”purn” yang bermakna sempurna sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Purnama diartikan sebagai bulan berbentuk sempurna.

 

Pada  saat Purnama pemujaan  dilakukan kepada  Sang  Hyang Chandra dan Sang Hyang Ketu, yang dipandang sebagai Dewa yang melambangkan kecemerlangan. Melalui pemujaan ini umat Hindu memohon keberkahan kesempurnaan cahaya suci dari Ida Sang Hyang Widi Wasa yang diwujudkan dalam berbagai bentuk Ista Dewata.

 

Makna dan hikmah hari suci Purnama, pada hari Purnama umat Hindu melaksanakan persembahyangan sebagai wujud yadnya, memohon kepada tuhan dalam bentuknya sebagai Sang Hyang Chandra. Sebagai bagian penghormatan tersebut umat Hindu merayakan momen ini dengan makna untuk menyucikan diri agar segala kotoran dosa (mala) yang diperbuat selama hidup dapat dilebur. Perbuatan baik ini tentunya akan mendatangkan ganjaran yang baik juga. Selain itu kebersihan hati juga sangat fundamental terutama pada saat memohon berkah dan anugrah dari Sang Hyang Pencipta (Tuhan Yang Maha Esa).

 

Berita ini ditulis oleh :

Ibu guru Ni Ketut Sukani, S.Pd.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas