Sampah Menari Jadi Pupuk : Cerita Seru Teba Modern / Vertikal

Setiap hari kita menghasilkan sampah, seperti sisa nasi, kulit buah, dan daun kering. Sampah ini disebut sampah organik. Jika dibiarkan, sampah bisa menumpuk dan berbau. Nah, ada cara seru dan ramah lingkungan untuk mengatasinya, yaitu dengan Teba Modern / Vertikal. Yuk, kita kenalan.
Teba modern/vertikal adalah lubang atau tempat khusus di tanah untuk mengolah sampah organik. Sampah dimasukkan ke dalam teba, lalu dibiarkan membusuk secara alami. Lama-kelamaan, sampah akan berubah menjadi pupuk kompos yang baik untuk tanaman. Teba ini cocok untuk tempat yang sempit karena tidak memakan banyak ruang.
Bagaimana Teba Mengatasi Sampah Organik?
Dengan teba modern / vertikal :
✅ Sampah organik tidak dibuang sembarangan
✅ Sampah tidak menumpuk di tempat sampah
✅ Sampah berubah menjadi pupuk yang bermanfaat
✅ Lingkungan menjadi bersih dan tidak bau
Sampah yang tadinya tidak berguna, kini bisa “menari” berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Cara Kerja Teba Modern / Vertikal :
1️⃣ Masukkan sisa makanan dan daun ke dalam teba
2️⃣ Tutup dengan tanah atau penutup teba
3️⃣ Diamkan beberapa minggu
4️⃣ Sampah berubah menjadi pupuk
5️⃣ Pupuk digunakan untuk tanaman
Manfaat Teba untuk Kita
1. Lingkungan lebih bersih
2. Mengurangi sampah organik
3. Menghasilkan pupuk alami
4. Membantu tanaman tumbuh subur
5. Mengajarkan anak cinta lingkungan
Sumber Artikel (Bacaan Guru ; Pendamping)
1. Pemerintah Provinsi Bali – Teba Modern sebagai solusi pengolahan sampah organik berbasis sumber https://rsjiwa.baliprov.go.id/teba-modern/
2. Pemerintah Kabupaten Buleleng – Pengelolaan sampah organik dengan media teba modern https://brida.bulelengkab.go.id
3. Detik Bali – Teba modern, lubang pengurai sampah organik https://www.detik.com/bali
4. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan – Pengelolaan sampah organik ramah lingkungan https://www.menlhk.go.id
Artikel dimuat pada tanggal 4 Februari 2026
Oleh :
Raden Ayu Trivia Frida Dewi
Wali Kelas III B
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Tantangan Membaca di Kelas Rendah SD : Mengapa Banyak Siswa Mengalami Kesulitan?
- Jangan Panik, Ini Tips Mengatasi Anak Tantrum!
- Kenali! Dampak Si Kecil Terlalu Sering Bermain Games
- Teknologi Ramah Lingkungan
- G20 (Group of Twenty)
Kembali ke Atas


